Tenang saja, selesaikan dulu yang satu baru yang lain. Jangan terburu buru, apa artinya sepuluh menit? gunakan otakmu, paling paling kau hanya akan hidup 30 tahun lagi. Tiga puluh, jadi tiga ratus enam puluh bulan, hari, jam dan menit. akan kau pergunakan untuk apa waktu ini?
Jika aku berpikir tentang keabadian, aku jadi khawatir tentang dunia ini. Tugas, hanya tugas kita yang abadi. tapi ngomong ngomong juga tidak terlalu abadi. hanya sepintas saja.. ya, hanya sekilas.. aku menjadi pahit memikirkan dunia yang cuma berputar sehari semalam. waktu dibuang buang, diputar kemana kita ini? menonton kincir angin saja sudah membuatku mual.
orang baik baik tidak menunjukkan hatinya, seorang disebut baik jika hatinya sehat.. tapi percuma saja baik tapi tidak punya moral. Moral! itulah yang harus kau miliki! mengerti? Satu perkataan agung. kau kawin dan punya anak tanpa di syahkan gereja. seperti kata pendeta, tanpa disyahkan gereja.. Ah sudahlah! toh bukan aku yang menciptakan kata kata itu.
tapi, Tuhan saja tidak menuntut terlalu banyak terhadap seekor cacing hanya karena disebabkan tidak seorangpun berkata amin waktu menciptakannya.
Bagi kami orang orang miskin, yang diperlukan ialah uang dan uang. Jika uang tidak ada, yah tak ada moral untuk mewujudkan orang seperti saudagar di dunia. kami hanyalah darah dan daging, tak mungkin bersih di dunia manapun. Andaikata masuk surga, ah sudahlah.
Aku memang tidak memiliki banyak , inilah sifat alami manusia. Misalnya jika saya memakai topi, jam saku, membawa tongkat dan pandai berbicara saya pasti akan berakal budi juga.
lihat keatas, alangkah terangnya langit diatas kota. api menyala dilangit, ada suara seperti terompet. semuanya terlihat tenang.. seperti dunia telah mati.
Gadis, ada apa dirumah ini? Anakmu? tapi dimana suamimu? Dimalam hari aku menyanyi, mengapa diriku dinodai? Biarkan mereka berbuat seenaknya.. beri mereka anggur dan rerumputan. Jangan gandum , jangan air telaga. Tetapi anggur dingin menyegarkan. iya.. anggur dingin yang menyegarkan.
dia akan hancur jika terus terusan begini.. kenapa kau diam nak? takut? Hari sudah gelap seperti mulainya kebutaan. Hanya lampu lampu jalan yang terang mengerikan. segala yang ada akan cepat layu, mau mengambil kita semua, itu kenyataan yang tak bisa lalu.
batu batu sangat gemerlapan, apa yang di katakan orang orang terhadap mereka? tidurlah anakku , tutup matamu rapat rapat. Si pengemis berkeliaran di jalan, kamu akan dibawanya nanti, ke kampung rumah tak beratap. Diamlah nak, peri malam sedang menyusuri lorong, tutup matamu.. atau mereka akan melemparkan pasir ke matamu hingga buta.
Dosa sangat besar begitu menebar. busuk itu tidak akan lenyap sebelum malaikat membakar kemenyan dari surga. BIbirmu merah, tak ada luka.. tapi kecantikanmu adalah dosa, tapi bisakah wujud begitu manis?
Dunia makin tua dan hari makin panjang, banyak orang orang dapat berdiri di tempat yang sama berganti ganti. Banyak yang bisa kau lihat jika kau punya sepsasang mata. kau tidak buta dan matahari terang.
Jalang! itu ganjaranmu.. kita masing masing merupakan karang yang curam. kau pusing jika melihat ke bawah. itu sudah wajar.. membuatnya seolah olah tak bersalah. Ya, bersih.. kau mempunyai tanda kejenisan itu. apakah aku tau seakan akanan ini, apa aku tau? siapa aku?
Pelayan rumah orang periang, duduk di kebun seharian, pelayan rumah, pelayan rumah.. Musik di luar kota, pelacur sudah siap.. orang orang berkeringatan. hiburan banyak.
mereka menari nari dirumah kuda dan binatang. aku tak peduli pelayan rumah orang periang. duduk di kebun semalaman, prajurit baris berdatangan. soal itu bolak balik di mataku, menari nari sampai tangannya panas. semua gila akibat perempuan sundal itu.
Bagaimana juga pikirlah seorang pengembara yang berdiri di tengah tengah arus jaman, menjawab kebijakan tuhan dan bertanya; Apakah manusia itu? Ya, sungguh sungguh saya katakan. Atas dasar apa petani, tukang kotak, tukang sepatu dan dokter hidup. Jika tuhan tidak menciptakan manusia menurut pola kebutuhannya..
Bau busuk perempuan itu.. mulutnya merah, merah delima. Darah.. segala sesuatu aku lihat memerah. seperti mereka sedang aling tindih di lautan darah.
a-apa yang kau katakan? Keras! katakan lebih keras.. Tikam.. tikam perempuan jalang itu. sampai mampus.. haruskah? Mestikah dikatakan dari bawah sana juga? kata kata itu tidak berhenti.. jangan berhenti.. tikam dia.. Mati.. mati...
pisau bagus dan tajam.. cara mati yang murah tanpa resiko besar..
kau tidak membeku? kau hangat.. kau memiliki bibir yang panas, membara.. Napas hangat perempuan jalang.. dan demi surga , aku akan terus menerus menciumi bibirmu lagi.. Ambillah ini dan ini.. kenapa kau tidak bisa mati, Hah? hahahahaha.. dia menggeliat.. lagi? masih menggelepar?
Menari.. semuanya menari.. jangan berhenti, keringat memabu sampai akhir jaman
oh, manis anakku manis.. pikiranmu tak ada salahnya.. bertandang dengan anak pengasuh kuda.. dan kusir di kandang kera.. Amboi!
Takkan lagi kusinggahi swabia, pakaian lengkap dan terompah kulepaskan.. bergaun panjang hingga ke kai.. bukan layaknya dandanan pelayan..
Merah .. darah.. aku terluka? bau? bau apa yang kurasakan? Manusia milik neraka.. ah, baunya sudah membusuk..
Persetan! apa yang kalian kehendaki? apa urusan kalian? Jangan halangi aku. kurang ajar! kalian kira aku membunuh? Pembunuhkan aku? Apa yang kalian herankan? Bercerminlah!
dimana itu? dimana aku meletakkannya?Dimana ini? belum sampai? Apa itu yang kudengar? Sesuatu bergerak.. tidak... tidak ada apapun kecuali kesunyian. disana wanita jalang itu.. tenang saja,, tenang..
Mengapa kau pucat? Tali merah apa yang melilit dilehermu? dari hasil pelacuran dengan siapa itu? hidupmu jadi hitam karenanya. Hitam, sudahkah ku sucikan?hingga kembali putih. Rambutmu hitam tak teratur? Tidak kau jalin hari ini ?
bulan seperti pedang berlumur darah.. apakah dunia akan di cengkramnya? tidak
Sebuah pembunuhan manis, semanis orang yang harapkan.. pembunuhan tak berarti.. Telah lama kita tidak menemui kejadian merah delima ini..
0 comments:
Posting Komentar