[RENUNGAN] Nusantaraku sayang.. Nusantaraku hilang

Limpahan kekayaan..
semua yang kau temukan
semua yang kau tanam
semua yang kau ternak
semua yang kau tambang

kehangatan yang dulu ditebar
akan tingkahlaku yang dicerminkan
akan kesopanan yang ditanam
akan kesantunan yang diberi
akan keakraban yang disebar
akan persahabatan yang dicipta

ketangguhan yang dibanggakan
akan kuatnya pertahanan
akan hebatnya armada perang
akan hebatnya pasukan
akan hebatnya penjaga perbatasan


kejujuran yang dijunjung
akan bersihnya pemerintahan
akan tanggungjawabnya pimpinan
akan jelasnya anggaran
akan tegasnya keputusan
akan amanat yang dijalankan

kesejahteraan yang mereka cipta
akan kebahagiaan yang diidam
akan mampunya berswasembadaya pangan
akan semua jenjang pendidikan
akan semua ketentraman

Nusantaraku sayang...
ada apa denganmu??
kini kau tertunduk lesu dipojok keterpurukan
kini kau tertindas jaman
kini kau tergilas kemajuan

Nusantaraku sayang...
Dimana kekayaan yang kau simpan??
dimana tingkahlaku yang mereka cerminkan?
dimana pertahanan yang mereka banggakan?
dimana keadilan yang mereka junjung?
dimana kesejahteraan yang mereka ceritakan?

Nusantaraku sayang...
kini kekayaanmu dirampas
dirampas oleh dompet asing tak berprikemanusiaaan

tingkah laku tak selaras dengan kepribadian
kuatnya perbatasan tak sanggup melindungi pulau
kejujuran dinodai tangan kotor oknum pemerintahan
kesejahteraan berubah menjadi virus kemelaratan

Nusataraku...
salah siapakah ini semua?
pak presiden?
para menteri?
DPR?
Partai politik??

yang jelas ini salah kita semua.
salah kita yang tak pernah sedikitpun peduli..

Nusantaraku sayang.. Nusantaraku hilang
Hilang dalam gelap malam bersaksikan sunyi
berkawan bulan dan bintang

Nusantaraku..
ku persembahkan keringat dan airmata
agar kau bangkit dari keterpurukan
agar kau bangkit dari tidur lelap

aku tak sudi jika hanya mendengar
aku tak sudi jika tak pernah merasakan
aku tak sudi jika kau hanya kenangan

aku ingin kau bangkit
menjejakan kembali kakimu..
mewujudkan kembali kejayaanmu

wahai.. Nusantaraku

0 comments: